Peluang Besar Daihatsu Setelah Diakuisisi Penuh Toyota

Dalam hal ini, seperti informasi Nikkei yang dirangkum melalui KompasOtmotif, Selasa (02/08/2016) Masanori Mitsui, Presiden Daihatsu mengatakan, bahwa hal ini merupakan babak baru dari sejarah panjang eksistensi Daihatsu yang sudah berusia 109 tahun, dalam menyasar pasar Asia Tenggara, daerah di mana terdapat dua negara penting dalam strategi luar negeri Daihatsu, Indonesia dan Malaysia.
Bukan hanya itu saja, bahkan kerjasama yang lebih erat dengan Toyota akan membantu Daihatsu dalam menentukan dan mengambil langkah-langkah lebih besar menuju pasar global, selain Asia Tenggara. Jadi, pembelian 100 persen saham Daihatsu ini merupakan langkah terbaik bagi keuntungan kedua belah pihak.
Berdasarkan informasi yang disampaikan oleh sumber yang sama, sejauh ini tidak ada yang berbeda, saat status perusahaan telah bergeser kepemilikan. Semuanya tetap sama seperti sebelumnya, baik dari aktivitas produksi hingga seluruh operasional yang terjadi di perusahaan. Bahkan salah satu nara sumber yang tak lain adalah karyawan Daihatsu merasa optimis dengan status baru Daihatsu tersebut.
“Ini membuat kami bergerak maju. Pendalaman hubungan dengan Toyota akan meningkatkan daya jual kami,” ujar salah satu pegawai Daihatsu.
Seperti yang telah diketahui, bahwa persaingan sengit untuk segemen mobil kecil domestik, telah mendorong produsen mobil untuk melakukan penghematan biaya produksi yang lebih. Penjualan mobil kecil di Jepang pada paruh pertama 2016 menyusut hingga sebanyak 13,4 persen dari tahun sebelumnya. Demi bisa terus memperluas pasar, produsen mobil khususnya Daihatsu perlu mencari wilayah baru di luar negeri. Untuk itulah, hal ini memang bukanlah keputusan keliru yang diambil oleh Daihatsu.