Pertamina Beli Saham Asing

Sebagai perusahaan plat merah yang bergerak dalam bidang minyak bumi, tentu Pertamina akan was-was apabila di masa depan Indonesia sudah tak memiliki cadangan minyak lagi. Hal ini tentu menjadi fokus pemikiran Pertamina selain menjalankan bisnisnya dengan baik pada masa kini. Pemikian ke depan yang matang ini juga menunjukkan tata kelola perusahaan yang baik dari Pertamina.
Dilansir dari Kompas (3/8/2016), mengingat produksi minyak di Indonesia terus menurun, Pertamina dikabarkan mencaplok perusahaan minyak di Prancis. Perusahaan tersebut adalah Maurel & Prom (M&P) milik Pacifico. Pembelian saham perusahaan tersebut sudah diumumkan secara resmi oleh Pertamina pada Senin 1 Agustus 2016 kemarin. Alhasil, kesepakatan terkait pembelian 24,53 persen saham M&P dengan nilai akuisisi 200 juta dollar Amerika Serikat atau Rp 2,6 triliun praktis sudah mengikat kedua belah pihak. Berdasarkan laporan yang beredar, Pertamina membeli saham M&P seharga 4,20 euro per lembar. Harga tersebut juga sudah melingkupi harga terdaftar dalam bursa saham Euronext (Perancis).
Menilik perusahaan tersebut, M&P biasanya bermain di wilayah Afrika. Menurut informasi, wilayah Gabon dan Tanzania menjadi objek usaha mereka yang utama. Dengan kehadiran Pertamina menjadi pemilik saham tersebut dapat diartikan bahwa Indonesia juga memiliki andil besar dalam bisnis perminyakan di Afrika melalui perusahaan berkebangsaan Prancis tersebut.
Wianda Pusponegoro, VP Corporate Communication Pertamina menyatakan bahwa pada dasarnya pendekatan utama kami adalah memenuhi kebutuhan energi nasional. Hal tersebut dapat diartikan perilaku mengakuisisi aset produktif di dalam dan di luar negeri merupakan suatu teknik untuk sekedar mengejar target kebutuhan energi nasional. Walaupun tak menutup kemungkinan akan ada keuntungan yang didapatkan, nampaknya hal tersebut termasuk dalam kategori bonus semata lantaran di luar tujuan tersebut